Jenis-Jenis Pelinggih Padma

        Setelah saya amati ternyata banyak ada jenis Palinggih Padma. Sebenarnya ada beberapa jenis Palinggih Padma lalu apa saja namanya dan untuk dirumah jenis yang mana lazim didirikan?

        Mengacu pada lontar Wariga Catur Wisana Sari, tipologi Palinggih Padma dapat dibedakan sebagai berikut: Pertama, berdasarkan tata letak sesuai arah mata angin (pangider-ider bhuwana) dibedakan menjadi sembilan jenis yaitu: (1) Padma Kencana, di Timur menghadap ke Barat, (2) Padmasana, di Selatan menghadap ke Utara, (3) Padmasari, di Barat menghasap ke Timur, (4) Padma Lingga, di Utara menghadap ke Selatan, (5) Padma Asta Sedhana, di Tenggara menghadap ke Barat Laut, (6) Padma Noja, di Barat Daya menghadap ke Timur Laut, (7) Padma Karo, di Barat Laut menghadap ke Tenggara, (8) Padma Saji, di Timur Laut menghadap ke Barat Daya, dan (9) Padma Kurung, di tengah-tengah menghasap ke pintu keluar/masuk.

        Kedua, berdasarkan bentuk Pepalihan (tingkatan atau undag) dan Rong (ruang), Palinggih Padma dibedakan menjadi lima janis, yaitu : (1) Padma Anglayang, memakai dasar Bedawangnala, bertingkat tujuh dan di puncaknya terdapat tiga ruang sebagai simbol sthana Sanghyang Siwa Raditya atau Sanghyang Tri Purusa dan juga Tri Murti, (2) Padma Agung, memakai Bedawangnala dertingkat lima dan di puncaknya terdapat dua ruang, sebagai simbol sthana Sanghyang Siwa Raditnya atau Sanghyang Tri Purusa dan juga Ardhanareswari, (3) Padmasana, memakai dasar Bedawagnala, bertingkat lima dan di puncaknya hanya terdapat satu ruang (singgasana) sebagai simbol sthana Sanghyang Siwa Raditya atau Sanghyang Tri Purusa dan juga Sanghyang Tunggal yaitu Tuhan Yang Maha Esa, (4) Padmasari, tidak memakai dasar Bedawangnala, bertingkat tiga an dipuncaknya terdapat satu ruang, sebagai simbol sthana Sanghyang Siwa Raditya atau Sanghyang Purusa, (5) Padma Capah, tidak memakai dasar Bedawangnala, brtingkat dua dan dipuncaknya terdapat satu ruang sebagai simbol sthana Sanghyang Widhi dalam manifestasi selaku Dewa Baruna (Dewa Lautan).

        Kemudian tentang jenis Palinggih Padma yang lazim didirikan di masing-masing rumah tangga atau tempat tinggal adalah Padmasari dan atau Padmasana. Untuk keluarga atau rumah tempat tinggal, terutama yang berada di rantauan  biasanya cukup hanya mendirikan palinggih Padmasari, yang sekalian dapat berfungsi sebagai “penyawangan/pengayegan” Ida Bhatara-Bhatari yang bersthana di Kemulan Wed (tempat/kampung asal), Akan tetapi jika hendak mendirikan Sanggah/Merajan (Kamulan/Rong Tiga) tidak perlu mendirikan Padmasari lagi.

        Lalu mengenai Palinggih Padmasana biasanya didirikan di Pura (umum) atau di area perkantoran, lantaran fungsinya bersifat universal, dimana semua umat Hindu bisa melakukan sembah bhakti kehadapan Sanghyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa tanpa membedakan asal soroh/wangsa dan atau kawitannya.

Sumber : Buku Penjor Lebay
Penulis : I Gusti Ketut Widana